22 Juni 2012 - 04:37

"Sebagai Syiah Ahlul Bait kita harus tegar dan sabar dalam menghadapi berbagai kezaliman musuh. Dan diantara bentuk perlawanan umat Syiah dalam menghadapi mereka adalah memanfaatkan media-media berita. Media-media tersebut dapat digunakan untuk menjawab syubhat-syubhat dan fitnah-fitnah yang mereka lontarkan atas Syiah dan juga untuk mengungkap dan membongkar kebusukan-kebusukan konspirasi mereka dalam menghalangi-halangi manusia untuk mendapatkan dakwah suci ini."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Sayyid Hasyim Husaini Busyahri rabu (20/6) dalam pertemuan peresmian Kantor Berita ABNA berbahasa Myanmar menyatakan, "Terbentuknya media berita Ahlul Bait dalam berbagai bahasa sangat penting dan merupakan wasilah dakwah sehingga pesan-pesan Ahlul Bait dapat lebih banyak menjangkau lapisan masyarakat dari berbagai negara." Dalam kesempatan pertemuan tersebut beliau lebih lanjut menyatakan, "Sebagai Syiah Ahlul Bait kita harus tegar dan sabar dalam menghadapi berbagai kezaliman musuh. Dan diantara bentuk perlawanan umat Syiah dalam menghadapi mereka adalah memanfaatkan media-media berita. Media-media tersebut dapat digunakan untuk menjawab syubhat-syubhat dan fitnah-fitnah yang mereka lontarkan atas Syiah dan juga untuk mengungkap dan membongkar kebusukan-kebusukan konspirasi mereka dalam menghalangi-halangi manusia untuk mendapatkan dakwah suci ini. Karenanya tugas media Islam saat ini semakin berat, bukan hanya sekedar berdakwah namun juga harus menjawab tudingan-tudingan negatif yang dilontarkan musuh." Ulama yang juga menjabat sebagai pengurus Dewan Pers dan Media Berita Rahbar tersebut selanjutnya menukil sebuah hadits dari Rasulullah saww yang bersabda, "Barangsiapa yang mendengar jeritan permintaan tolong seorang muslim dan kemudian tidak menjawab dan membantunya, maka dia bukan muslim." "Hadits Nabi tersebut menegaskan diantara karakter keislaman seorang muslim, adalah membantu saudaranya seagama yang mengalami musibah dan sedang terzalimi. Kantor Berita ABNA setahu saya sementara mengusung misi tersebut. Yaitu mengabarkan kondisi kaum muslimin yang teraniaya dan tertindas di negeri-negeri mereka sendiri untuk diketahui kaum muslimin di seluruh dunia. Khususnya ketertindasan umat Syiah di Pakistan, Bahrain dan dinegara-negara lainnya yang umat Syiah merupakan minoritas di negara tersebut." Ungkapnya. Ayatullah Husaini Busyahri kemudian menyebutkan bahwa tujuan utama terbentuknya Majma Jahani Ahlul Bait yang Kantor Berita ABNA termasuk di dalamnya adalah menyampaikan pesan-pesan suci Ahlul Bait as ke seluruh dunia. "Salah satu peran penting dari kantor berita adalah menyampaikan informasi dan berita kepada khalayak yang dengan itu mereka lebih mengenal zaman dan tempatnya. Saat ini bukan sekedar kebutuhan material yang dibutuhkan umat, melainkan juga informasi yang sehat, pengetahuan dan ilmu-ilmu keagamaan untuk menghilangkan rasa dahaga spritualitas mereka." Pada bagian lain sambutannya, ulama yang juga merupakan anggota Jami'ah Mudarrisin Hauzah Ilmiyah Qom tersebut menekankan pentingnya persatuan umat Islam saat ini. "Kita memiliki dua organisasi besar dan penting, Taqrib Mazahib dan Majma Jahani Ahlul Bait, yang satu sama lain saling menguatkan. Ini menunjukkan bahwa kita muslim Syiah bukan sekedar membela hak-hak syiah namun juga tidak pernah mengizinkan musuh-musuh Islam merusak persatuan kaum muslimin dan menciptakan permusuhan antar sesama muslim." Jelasnya. "Pihak musuh saat ini memanfaatkan media untuk menyerang negara-negara muslim dengan membentuk opini negatif. Mereka secara gencar melakukan propaganda yang dapat merusak persatuan kita dan menimbulkan kecurigaan sesama muslim. Karenanya kebutuhan media untuk membendung dan menjawab tudingan-tudingan mereka sangat diperlukan dan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Harus ada informasi yang benar dan berimbang yang sampai ke masyarakat. Dan saya menilai Kantor Berita ABNA, telah menjalankan fungsi persnya dengan baik." Lanjutnya kemudian. Dipenghujung pembicaraannya, Ayatullah Husaini Busyahri menukil hadits dari Imam Ridha as yang mengharap kepada Allah SWT agar memberikan rahmat kepada siapa saja yang mempelajari ilmu-ilmu yang diajarkan Ahlul Bait lalu kemudian menyampaikannya kepada masyarakat.